Wednesday, May 20, 2009

Aku dan hidupku adalah Nestapa

Hidup ini lucu, kemarin masih ada air mata, kemarin masih ada penyesalan, sekarang mulai ada tawa, hingga canda. apakah esok akan ada duka dan derita? Hidup adalah tak terduga dan tiba-tiba. kemarin berpisah esok bersama, hanya karena sebuah alasan.

Sejauh aku melangkahkan hidupku, sejauh itu pula aku mengenal diriku. ada makna terselubung, tubuhku seperti tak beraga, jiwaku seperti tak bertubuh, berjalan tanpa arah diatas awang-awang. tak tau mana itu hidup dan mana itu main-main.

Aku sufi, diantara sahabat-sahabatnya. seharusnya aku tak menderita, kehidupanku tak boleh terenggut. aku sufi, kehilangan jati diri. nafas telah mendesah, menjadi saksi renuangan kalbu terdalam. aku sufi, yang tak tau kehidupannya.

Hidupku seakan memisahkan diriku, dengannya, dirinya, teman-temannya. aku hanya perlu keberanian, aku bukan penyamun, bukan pula bangsawan, aku dan hidupku adalah nestapa, perlu derita untuk menjalaninya.

Monday, May 18, 2009

tentang hidup

aku bangga, aku gembira, entahlah.
aku sedih, aku belingsatan, tak karuan.
tiba-tiba saja aku bangga
lalu berteriak lantang
kemudian tertunduk sedih
meratap.

sebab musabab
asal muasal
acah tercacah
hidup sedih menyedihkan
hidup riang seriang asa.

Friday, May 15, 2009

AKU RIFKY!!! dia HARUS MEMBENCIKU !!!

Aku Rifki
Rifky Hina
Rifky Munafik
Sebegitukah?

Hidupku terenggut
Atas sebuah Rahasia
Rifky termangut
Dalam sebuah derita

Aku ingin temanku itu membenciku
Biar rasa maluku itu hilang
Aku harus bersikap acuh
Dan rasa benci itu pasti datang

Tapi kenapa
Temanku itu malah mengajakku tertawa
Temanku harus benci
Karena dia pernah mengatakan itu
Dia benci orang seperti RIFKI.

DIA HARUS BENCI AKU !!!!

Wednesday, May 13, 2009

Rabu - 13 Mei 2009

hari ini, tepat 13. aku muak. kehidupanku merasa terenggut. aku ini orang yang gagal, tak bisa mempertahankan kehidupan. aku ini orang yang lemah. tak punya kekuatan apa-apa.

aku terdiam, entah kenapa aku terdiam. ini hidupku, bukan hidupMU. kau tak mengerti sebetulnya. berat aku menjalani ini semua. jika dunia dunia mengizinkanku mati dan dilahirkan kembali, jika tuhan juga berkehendak sama. dan itu tidak mungkin.

teman, jujur aku sakit. tapi aku tak kuasa. tak seorangpun tega berlaku demikian. aib ini sengaja aku tutup rapat-rapat. karena aku tau itu salah. dan aku juga tak mau itu menimpa diriku. aku hanya takut! didiskriminasikan, disingkirkan. pandangan mereka terhadapku akan beda. pengertian mereka. karena aku hidup dalam ketidakwajaran.

demi ibu yang mengandung diriku. aku tertunduk malu. tak tau harus berkata apa. biar uang diary itu termakan api, aku rela. kau tak perlu tersenyum. kau penjahat. kau sengaja. aku benci kamu sobat.

tapi apakah aku harus membenci kamu? seharusnya aku lega, aku diterima. itu masih mengkin, aku tak tau terdalam dari hatimu. mungkin kau menjauh, mendiskriminasikan, mencaci, atau malah memaki. sakit teman, sakit.

aku memang lemah, segalanya aku lemah. aku sering kalah, bahkan kalap. raksa sepertinya tumpah dalam hati, mengalir dalam sendi-sendi nya membakar jiwa yang panas. dan sekarang aku tak tau harus berkata apa.

seandainya kau tau teman. aku tersiksa, apalagi DIA seorang yang selalu aku ingin. hanya satu DIA. cinta pertamaku, pertama aku menganal dunia hitam yang seharusnya tak ada dalam kamus kehidupanku. jika kau bertanya kenapa? karena dia yang telah membuatku begini, seperti ini. rifky yang kau kenal. hingga akupun tak bis membenci dirinya, meskipun seharusnya dialah yang harus aku benci. aku benci DIA..... aku benci..... tapi itu munafik!!!!!

kepercayaan adalah modal utama, bukan hanya esok, lusa, dua tiga hari, setahun dua tahun, tidak. sampai ajal menjemput semuanya bisa kau simpan. sebuah permintaan yang harus kau kabulkan. bantu aku, campakkan aku jika kau ingin, diskriminasikan aku, cemooh, tersarah kamu.

aku ini hina, hamba terhina mungkin. aku juga munafik. ibu maafkan aku....

Monday, May 11, 2009

Kegagalan Vs Dia yang selalu kupuja.

minggu malam.

tepat saat aku merasa ada kegagalan, entah kenapa. aku sedikit membenci kehidupanku yang lucu. aku terduduk melipat kedua tengkuk kaki-kakiku yang aku naikkan hingga menempel didada. ku lingkarkan kedua tanganku mencari kehangatan kelam malam dingin bertepih.

rembulan disana sedang megah merona, bintang sedikit bertabur terselimut mendung tua. 21-H sepi dan hanya aku meratapi nasib diri. segitukah?

nggak, aku tak boleh terlalu terlena. tuhan punya rencana lain yang masih misteri. tiba-tiba sesosok dia datang menemani malamku. "aku gagal!" betapa malunya diriku.

kata-katanya lugu, sepertinya dia tak memahami diriku, dan memang benar, dia siapa? hanya sahabat! yang bisa menghibur dalam duka, memarahkan saat terluka dan redam saat bercengkrama. dia tak terlalu bijak, dia masih belum mengerti. siapa dan bagaimana aku mengharapkan kegagalan ini. tuhan...... berilah dia hidayah mu.

aku masih terduduk diam. kutemani malam sunyi yang menyendiri itu. tiba-tiba ha-pe ku berdering. sebuah sms ku terima. dalam perasaan hati yang tak menerima, tiba-tiba aku tersenyum. ya tuhan.... sms yang nggak bisa aku bayangkan. dia masih mengingat diriku. sungguh!!!! penghargaan yang luar biasa bagi diriku yang sangat mendambakan dirinya. DIA yang kupuja, yang ku ingin. DIA yang jauh dipulau sana...

senyumku terlalu lebar untuk menggambarkan perasaanku. dingin malam terlalu hangat untuk menyelimuti hati yang membeku. ksatriaku datang, masih mengingatku. sesaat pikiranku kembali bertanya? benarkah? bohangkah? ini mungkin temanku.

dimana DIA sekarang? kutemui dia digubuk kecilnya, tak tampak jua batang hidungnya. kesambang dia ditempat faforitnya, hanya rumput yang menyapa diriku. apakah dia masih benar-benar mengingat diriku?

mata enggan untuk terpejam, meski jarum melampaui 12. DIA.... hanya DIA.... yang bisa mambuat diriku lupa akan kegagalan itu, sms itu.... kemudian pikiranku kembali, bersiasat bagaimana caranya aku bisa memilikinya, utuh, tanpa kurang sedikit apapun. DIA.... yang aku puja!

Sunday, May 10, 2009

AKU GAGAL

AKU GAGAL!!!!
IBU
BAPAK
MAS
MBAK
DEKA
DONDIK
LUTFI
ANDRE
HENDRA
NUANG
MIA
ITAK
FEL
BUNDA
MEGHA
SUL
DEN
TIK
FIT
IR
DANI

AKU GAGAL.......!!

RIFAN
SETYO

AH...
AKU GAGALLL!!!!!!

Tuesday, May 5, 2009

BakdEs... KoYok BedESss

Jum’at terakhir april.

Pagi hari balon-balon sibuk sms daku, “Prof ada dimana?” “jadi ikut nggak Prof?” “Prof, aku mau ke kosmu.” Begitulah, orang penting disayang teman, nggak rela jika daku nggak bergabung diantara mereka, Rumpik…. Love U so much!!!

Deka ke kos jemput daku, padahal mata nih masih butuh istirahat, maunya merem terus. Kebayang daku kemarin tidurnya hampir jam tiga pagi. Bukannya nonton bola atau ngerjain tugas, but, kadung enak ngobrol sama Lutfi. Ngobrol sama anak ini kudu kuat, padahal matanya sudah memerah, lah kok malah jadi ngobrolnya, timur kebarat, selatan keutara ngobrolnya tambah puanjang buanget. Mulai dari Eropa, Australia sampai ngomongin hal-hal diluar kepala, orang aneh sampai kiayi yang tak mau membuka matanya yang karena takut akan melihat maksiatnya dunia. Aduh.. dunia ini memang aneh.

Subuh kelewatan, satu tiket sudah aku dapatkan buat melancong ke neraka kelak. Hey para balon-balon (ehm… entah dari mana aku punya sebutan seperti ini.), ntar kita tur bareng yah ke nerakanya. Deka, ntar kita puas-puasin foto-foto disana, bunda, mega, jangan lupa photo-photo. Irma, kamu ikut nggak??? Daku butuh dikau kalau nggak ikut.

“aduh dek, tunggu di kos mega ajah yah, aku belum mandi, baru bangun.” Entahlah apa yang ada di pikran deka liat aku belum mandi. Tapi nggak banyak orang bilang katanya aku nggak jelek kok kalau pas bangun tidur, malah keliatan aslinya, cuakep bin muanis. Ah… aku jadi tambah saying sama diriku sendiri.

Pelajaran nomor satu : Tidur malem nemenin ngobrol temen sampai-sampai kelewat subuh. Apa lagi baru bangun belum cuci muka, setengah sadar keluar rumah, waduh, apa kata dunia…. “kamu jelek Rif!”

Abis mandi, pake cd, celana, baju plus jaket kebanggaan langsung ngluyur ke kampus. Sebelomnya mampir dulu ke basecam, lah basecam, sejak kapan diresmikan? Aduh buk… “tidak terlalu penting!”

Ya gitu perempuan, lemotnya minta ampun. Belum mandi maem pagi, sejam. Apalagi mandinya, bisa-bisa nggak ikutan technical mitingnya. Keputusan yang paling tepat ngluyur berdua sama deka ke basecamnya BEM FISIB ditengah belantara Trunojoyo tercinta.

“Mas Budi cepetan dong…” boleh dibilang acara ini lelet pol. Panitia sibuk sendiri, entah apa yang dibicarakan. Peserta diterlantarkan dan kemudian hal yang sama mendera egoku. Teman-temanku nggak bisa DEWASA sama sekali.

Kali ini penyakit pencari KEDEWASAAN ku muncul lagi. Aku benci KEKANAK-KANAKAN yah meski aku juga begitu. Sudahlah, barang tentu mereka masih baru lepas SMA so masih nggak tau mana yang hak dan mana yang bathil, lah maksute???

“masih ingatkan, perlengkapan yang harus dibawa?” Mas memet menjabat sebagai ketua kegiatan terlihat lebih berwibawa.

“masih..” sebagian.

“ingat...” seperempat.

“lupa…” seperdua.

Ketiga kata tersebut diucapkan serempak, sewaktu dan mungkin senada yang menimbulkan KOR berantakan. Ruangan ricuh, bercampur bahasa pribumi yang nggak dimengerti sama sekali.

“perlatan sholat, peralatan mandi, jaket sama tikar.” Ujar Mas memet. “oh iya slayer juga.” Sambungnya.

“kalau nggak pnya tikar gimana mas?”

“bawa sabun mas?”

“nggak bawa obat?”

“slayernya buat apa sih mas?”

Aduh buk… pusing daku. Mungkin panitia juga mengalami hal yang sama dengan ku, but nggak tau lagi kalau mereka sama, berarti mereka terbilang masih ANAK-ANAK. Ya of course lah bawa sabun!! Emang kalian pada mau mandi nggak pake sabun? Kalau emang punya penyakit yang obatnya nggak bisa didapet di sembarang tempat, ya dibawalah obatnya. Gimana sih, lebih intelek dikit tanyanya, misal nih yah, “kegiatan kita disana ngapain ajah?”. Nah, itu baru namanya pertanyaan.preeett

Menginjak pembagian kelompok, mbok yo canggih dikit napa, masa pake cara manual. Sekarang tuh udah jamannya komputer, udah nggak jaman pake cara-cara manual. Yah, meskipun kita bukan anak Teknik, but apa itu salah???

Tulis tuh nama kelompok,, koordinatornya, L.O nya plus anggotanya. Ketik yang rapi, print out, tempelin deh. Praktis dan efisien selain juga hemat energi. Kita juga nggak lama-lama dan bisa mempersiapkan diri di kos sebelum akhirnya kita terjun ke medan.

“Prof…. kok bisa kita pisah????”

Aduh Meg, udah deh, nggak segitunya kalik. Kita masih bisa ketemuan di sana, maen bareng sama anak-anak, Bunda, Deka, Irma, de el el.

“minta ganti kenapa Prof?” nyatanya deka juga nggak rela aku pisah dari mereka. Aduh teman, sebenernya aku juga tak sanggup, sungguh ku tak sanggup ini terjadi. Tapi apa daya tangan tak mampu.

Finally, dua orang akhirnya berpisah, Bunda sekelompok sama atik, temenku yang pualing cuantik, mawaddah, sakinah warrohmah, amien. Sedang daku dikelompok Sembilan, gabung sama teman-teman komunikasi yang belum pernah daku kenal sama sekali. Cakep-cakep nggak yah mereka?? Se friendly apakah mereka?? Yuk.. ikuti terus cerita menarik ini sampai TAMAT. To be continue……