Tuesday, September 6, 2011

Tentang Hidup. Tentang Rasa, Tentang Apa dan Siapa.

Tuhan,
Sudah lebih dua puluh tahun aku hidup
Sudah banyak pahit getir aku rasa
Galau geram merah padam merona

Tuhan,
Aku ingin bertanya tentang hidup
Aku ingin bertanya tentang rasa
Aku ingin bertanya tentang apa dan siapa

Tuhan,
Beri aku jawaban pasti tentang hidup
Beri aku jawaban pasti tentang rasa
Mengenai apa dan siapa

Tuhan,
Jangan kau buat aku menderita karena hidup
Mantapkan aku yang mempunyai rasa
Tanpa ragu dengan apa dan siapa

Tuhan,
Aku bersudjud untuk hidup
Meyakinkan hati mengenai rasa
Menengadah meminta tentang apa dan siapa yang tak bisa ku ungkap


Rifki Aris Sandi
07 September 2011
07.00 (Kamar Depan)

Sunday, August 21, 2011

What Singaporean Says about Indonesia – Apa pandangan dan kata Orang Singapura tentang Indonesia?

Kata orang Singapore tentang Indonesia yang saya COPAS dari Blog Tetangga :

Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

“Your country is so rich!”

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

“Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia”

“Everything can be found here in Indonesia, u don’t need the world”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,

dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !”

“Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000
orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang
yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah
rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat.”

“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing.”

“Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di
Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras”

“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air
bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan
pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari
bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan
si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya
sendiri”

“Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2
kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri.”

“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia

will rules the world..”

So, let’s we love our products,,, ^^

Sunday, July 31, 2011

Taraweh "ARGO BROMO"

Malam ini, ramadhan pertama kali yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidup. Hal ini saya khususkan tentang TARAWIH ARGO BROMO... TARAWEH SUPER CEPAT yang pernah aku ikuti. Ya Allah ya Tuhan ku, maaf kan hamba jika hamba banyak salah dan dosa. Amien.

Lanjut yah, ini kali pertama saya menyambut dan akan beRamadhan ria bukan bersama keluarga dan di rumah sendiri, melainkan di daerah jauh di seberang pulau di pedalaman madura nun jauh di Ketapang Laok, Sampang Madura. Saya beRamadhan dengan orang orang baru dan pastinya sebuah budaya dan kebiasaan baru. Dan...... jeng jeng jeng.... kebiasaan baru itu adalah yang pertama kali saya temui.. “Tarawih 23 Roka’at plus Witir itu hanya menempuh waktu 25 menit!!! Ouh,,” tidak bisa membayangkan bukan?? Jadi, 1 roka’at itu satu menit jika di asumsikan.

Imamnya baca surat suratnya cepat banget... kayak masinis yang sedang mengemudikan kereta Argo Bromo Anggrek Surabaya – Jakarta, yang mana kereta lainnya berdurasi perjalanan 14 jam perjalanan, kalau Argo Bromo Cuma 8 Jam perjalanan. Langsung ngejos.... baru baca niat sudah amin, baru baca tahyat sudah salam, baru berdiri takbir sudah amin lagi, subhanallah, untung saja lidah pak imamnya gak keplintir baca surat sedemikian cepatnya.

Seperti olah raga malam, dan yah, karena saya tidak terbiasa olah raga, jadi badan langsung berkeringat perut sakit.. hadeh... saya memang manja kelihatannya. Hahaha.. di pikir juga, biasanya di kampung saya yang juga desa, Tarawih biasa di lakukan 11 roka’at plus witir. Itu pun juga menghabiskan waktu yang lebih lama, 30 menit lebih malah, nah loh, yang 23 roka’at bisa 25 menit, kok yang 11 roka’at malah lemot????? Haduh, kok?????

Yah, as well, lain lubuk lain ikannya bukan, jadi, saya harus membiasakan naik Argo Bromo bukan Ketajaya atau Gaya Baru lagi yang super lelet itu. Saya tidak bisa membayangkan bila besok pas buka puasa saya makan banyak, minum es dan lain lain, apa ya saya kuat?? Kasian juga temen saya yang gemuk, orang tua yang paling tua dan rentan, bisa bisa mati di tempat.. hahaha lebay.... satu lagi, apa ya Tuhannya ngerti bahasa orang terburu buru? Sama seperti orang minta uang, terburu buru, apa iya bisa cepat dikasih? Ngebut, iya kalau selamat, kalau ndak? Hahaha... Ndak tau dah, semua saya kembalikan padaNYA, Allah SWT. Alon alon asal kelakon, pelan pelan asal Tuhan Paham, atau Tegesa Gesa Tuhan gak paham? Saya harus bisa membiasakan diri saya di kehidupan saya sekarang selama sebulan. Rifki, in Primitive Run Way, Taraweh Argo Bromo.

Thursday, July 28, 2011

Tuhan, Aku Kagum Padanya

Tuhan, Aku Kagum Padanya


Tuhan,

Hari ini aku menemukan kekagumanku

Seseorang yang mencuri perhatianku

Membuatku tak rela mengerjapkan mataku meski sedetik


Tuhan,

Ceritaku tentang senyum manis bibirnya

Mata sayu laksana api lilin tertiup sepoi

Indah


Tuhan,

Ku mohon, jangan salahkan aku

Bukankah kau yang menciptakan diriku seperti ini

Hingga aku harus kagum pada dirinya ciptaanMu juga?


Rifki Aris Sandi

Ketapang Laok, 28 Juli 2011

Thursday, June 9, 2011

Gilakah Aku?

lama sudah aku tak merasakan apa yang seharusnya aku rasakan. berada bersamanya, didekatnya, tertawa dan berseru. aku dan kamu.

bukan seperti ini yang sebenarnya aku inginkan. aku takut. kita tak akan bertemu lagi. kau pergi. meninggalkanku begitu saja tanpa tau perasaanku.

sekarang. ketika aku harus merindukanmu. aku hanya bisa menatap. merasakan. menyelami seakan aku memelukmu, berada di dekatmu. meski harus bermain dengan imajinasiku. lewat dunia. dunianya orang gila. gilakah aku??

Friday, April 8, 2011

KAU!

Taukah kau aku merindukanmu? Kala dimana aku membuatkan teh manis pagi hari. Roti selai coklat. Bagaimana caramu tertawa merayu, menyanjung. Ketika kau marah dan membuncahkan segala keegoisanmu. Kau yang angkuh. Bagaimana kau bermain. Aku merindukan semuanya.

Aku tau semuanya melibihi kau mengetahui siapa kau sesungguhnya. Betapa kejam dirimu yang selalu menuruti ego. Sungguh munafiknya dirimu yang tak pernah mengakuiku. Kau datang lalu pergi hanya untuk bermesraan dan tiba-tiba menghilang selama ini. Hati kecilku berbisik, ada alasan kau melakukan semua ini.

Alasan yang tolol jika ini kau bilang pertentangan. Lalu kenapa kau membawaku dalam pertentangan jika ini adalah akhir dari alasanmu itu. Tidakkah kau sudah menemukan kedamaian batin dalam kebersamaan. Jangan kau pikir aku tidak berpikir demikian. Keyakinanku melebihi segalanya. Tak ada alasan bagi diriku untuk tidak mencitaimu. Jangan banyak alasan.

Tak bisa ku ungkap segala getir pahit kehidupan tanpa dirimu kini. Kau merindukanku? Ah konyol sekali pertanyaanku! Bukankah kau sedang menikmati kejayaanmu sekarang. Kau hampir menduduki apa yang pernah kau katakan tentang keinginan terbesarmu pada malam yang terlalu singkat untuk kita lalui bersama. Kau akan melihatku menjadi bintang dan akan tersenyum bangga karenanya. Demikan kau bertutur padaku yang diakhir kalimat kau teruskan untuk tidak meninggalkanku. Meskipun kenyataannya kau meninggalkanku juga.

Aku tersakiti oleh diriku sendiri karena ulahmu. Bukanku tak sanggup. Tapi aku sudah tidak bisa. Tidak bisa menemukan sosok layaknya dirimu. Bahkan aku bergidik jijik jika aku harus berusaha mencari sosok seperti dirimu. Tak ada yang bisa menggantikan dirimu. Meski ada sejuta yang lebih sempurna darimu. Namun aku tidak bisa.

Bagiku, senyum, canda tawa dan kehangatanmu adalah bekas yang takkan dapat semudah ombak menghapus jejak-jejak kaki kita. Marahmu merah padam, egoismu seakan kau telan dunia, kuturuti semua apa yang kau inginkan. Jiwa raga telah kupersembahakan padamu pahatan indah ilahi rabbi. Membuatku remuk redam kau campakkan demikian.

Sudahlah, aku tak akan mengakhiri untuk merindukanmu. Namamu selalu ada di hati. Tolehlah aku jika kita bertemu. Jangan acuhkan aku. Beri aku ruang. Mencintaimu dengan caraku. Meski kau tak menganggapku lagi ada. Kasihanilah jiwaku.

Bodohnya diriku, mengemis iba akan buaian cintamu yang tak lagi bisa kudapat. Tapi setidaknya kau tau. Betapa besar dan tulus aku mencintaimu. Tanpa tawar menawar. Perhitungan dan bahkan tuntutan. Aku ikhlas mencintaimu.


Rifki
1 am April 8, 2011

Sunday, March 27, 2011

tentang kamu

tak habis kata menjabarkan keindahanmu
tak habis rasa menikmati pesonamu
angkuh tangguh
cadas tak bercelah

sekuat itu kah?
sekokoh itu kah?

aku hanya tak habis pikir
aku hanya kurang mengerti
kenapa kau curi hatiku
lalu kau pergi tanpa bertanggung jawab

sekarang
apakah kau tau aku sangat merindukanmu?
manatapmu melalui layar monitor hanya membuatku bergidik
kapan aku bisa memeluku lagi...

surabaya tengah malam 28 maret 2011