Author
- Rifki
- hidupku adalah teka-teki, seperti matiku. nafsu berbalut duka sering menyeringai disulut amarah yang kian memuncak. hidupku adalah misteri, misteri dalam sebuah rahasia. ini bukan rahasia besar, tapi ini lebih besar dari pada rahasia agen FBI. jangankan kau, akupun tak sanggup untuk mengungkapkan, karena ini hidupku.
My Facebook
put your comment here
Followers
Sunday, March 27, 2011
tentang kamu
tak habis rasa menikmati pesonamu
angkuh tangguh
cadas tak bercelah
sekuat itu kah?
sekokoh itu kah?
aku hanya tak habis pikir
aku hanya kurang mengerti
kenapa kau curi hatiku
lalu kau pergi tanpa bertanggung jawab
sekarang
apakah kau tau aku sangat merindukanmu?
manatapmu melalui layar monitor hanya membuatku bergidik
kapan aku bisa memeluku lagi...
surabaya tengah malam 28 maret 2011
Sunday, March 6, 2011
Aku Hanyalah Seorang Gay dan Aku Seorang China (fin)

“Aku gay”, kata Andy. Pernyataan ini seperti palu yang tiba-tiba menghantam kepalaku. Aku tidak bisa berkata apa-apa, lidahku kelu, seluruh tubuhku terasa mati rasa. Baru 2 bulan yang lalu aku mengenal sosok ini dan aku mulai mempercayainya paling tidak sebagai teman, tetapi tiba-tiba dia bilang kalau dia seorang gay. perasaanku campur aduk. Merasa telah tertipu menyesakkan dadaku.
“Aku mengerti posisimu dan aku tidak menuntut apa-apa darimu. Aku ga mau semua ini terlambat seperti dulu. Mungkin aku belum cerita sepenuhnya padamu, tapi pacar pribumi yang membuat aku pindah kesini adalah seorang cowok. Kakakku tahu hubungan kami dan dia marah besar.
Aku dikurung di rumah seminggu dengan alasan sakit ke sekolah. Kakakku bahkan memukuliku dan tidak berhenti sampai aku bersumpah untuk tidak menjadi gay lagi. aku hanya bisa mengiyakan. Ternyata orang-orang di sekolahku juga saudah tahu. Pacarku itu adalah kakak kelas yang cukup popular. Karena ga tahan dengan ejekan orang-orang, akhirnya dia pindah ke luar kota. Sedangkan aku, harus tetap di sekolah dan siap tidak siap menerima semua ejekan dan diskriminasi teman-temanku karena kakakku ga mau memindahkanku. Itu hukumanku katanya.
Aku akhirnya pindah kesini karena desakan bibiku. Mereka baik, tapi mereka lebih mendengarkan kakakku. Aku pernah beberapa kali berencana untuk bunuh diri saja, karena aku sama sekali tidak pernah melihat hidup yang bahagia sejak aku kecil.”
Mendengar semua itu, aku hanya bisa terdiam. Tidak tahu harus berbuat apa. Antara kasian dan merasa dibohongi masih bekercamuk dalam hatiku. Karena tidak tahan lagi, aku akhirnya pergi dari tempat itu tanpa berkata-kata.
Ternyata, keesokan harinya, Andy tidak masuk sekolah. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya dan aku tidak peduli. Aku tidak mau berhubungan lagi dengannya atas segala kebohongan ini. tapi, tetap saja aku tidak bisa mnghilangkan pikiranku darinya. Aneh, sungguh aneh. Akhirnya kuputuskan untuk meneleponnya tapi sayang tidak diangkat.
Ini terus berlanjut sampai 3 hari. Keterangannya sih dia sakit. Aku akhirnya memberanikan diri untuk pergi ke rumahnya. Sampai di gerbang, aku bunyikan bel yang kemudian dibukakan oleh pembantu. Aku di suruh masuk ke rumah yang maha luas itu dan di suruh menunggu. Tiba-tiba kakaknya Andy masuk.
Mr. X : “Bibi… kenapa kau memasukkan pribumi kotor ini ke dalam rumahku?” dengan marah memanggil pembantu tadi. Aku merasa sangat sakit hati karena dibilang sebagai pribumi kotor. Aku benar-benar geram.
Pembantu : “maaf tuan, ma situ hanya ingin bertemu tuan Andy…”
Mr. X : “Oh gitu ya. Ternyata Andy sudah sapat teman kencan baru. Pergi kau dari sini homo bajingan. Jangan kotori rumahku dengan wajahmu yang kotor itu.” Kali ini aku merasa kalau orang yang satu itu sudah sangat keterlaluan.
Tirta : “Eh dengar ya, aku bukan homo dan aku bukan pribumi kotor. Aku bisa jadi tidak sekaya kau, tapi aku bukan seorang imigran yang datang ke Indonesia hanya karena tidak ada makanan di rumah asalmu. Dan satu hal lagi, jika aku dengar kau memukuli Andy lagi, aku tidak akan segan-segan melaporkanmu ke polisi.”
Aku begitu geram tapi sekalian aku puas telah meludahi langsung wajah kotor kakaknya Andy itu. Hari berikutnya Andy telah kembali sekolah. Aku bertanya kepadanya apakah kakaknya berbuat sesuatu yang buruk kepadanya. Tetapi dia hanya diam saja, seperti patung, tidak berkata-kata sama sekali. Sepertinya dia masih marah kepadaku soal kemarin dan aku minta maaf. Tetapi tetap saja dia diam seribu bahasa, secara khusus kepadaku.
***
Akhirnya SMA kuselesaikan juga. Aku tidak sabar untuk segera menduduki bangku kuliah. Dan, soal Andy, sejak kejadian itu, aku tidak pernah lagi berbicara satu katapun kepadanya. Aku juga tidak perlu mengantarnya lagi, karena setiap siang sudah ada supir yang siap menjemputnya. Di kelas 3, kami juga tidak sekelas lagi, jadi kami tidak pernah lagi berhubungan.
Sebenarnya setelah “masa diam” itu, aku merasakan lubang yang sangat dalam dalam hari-hariku. Aku merasa seperti kehilangan begitu banyak energi menjalani hidup. Tetapi aku berusaha menepis semua itu dan mencari kesibukan lain. Bulan berlalu dan tahun juga berlalu, kami hidup dalam diam.
Sebelum sekolah berakhir, aku berencana untuk bicara lagi padanya. Ternyata kesibukan akhir kelas 3 membuatku sama sekali tidak punya waktu dan ini berlanjut sampai pada akhirnya aku harus pergi ke Semarang untuk. Sehari sebelum berangkat, aku pergi ke rumah Andy untuk sekedar pamit dan minta maaf atas semuanya.
Di rumahnya ternyata hanya ada kakaknya. Tapi kali ini dia sungguh berbeda. Sikapnya sudah berubah, bahkan dengan ramah kakaknya Andy menyuruhku masuk dan duduk karena dia ingin bicara. Setelah kami duduk, kakak Andy memulai dan benar-benar minta maaf atas sikap kasarnya terhadapku. Aku juga minta maaf atas kata-kata kasarku.
Dia bercerita kalau aku benar-benar telah mengubah cara pandangnya terhadap orang-orang pribumi. “Aku memang begitu bodoh. Aku berharap lebih dengan menjauhi orang-orang pribumi maka akan memberikanku sedikit kesempatan untuk mengasihi diriku sendiri. Tetapi kamu datang dan aku sadar kalau aku juga tidak lebih seorang bodoh yang membodohi diriku sendiri. Aku sadar kalau tidak akan pernah bisa mengubah orang lain kalau diriku sendiri juga tidak pernah berubah. Aku juga sadar ternyata telah lebih kejam dari orang yang membuatku seperti ini dengan mengatasnamakan keadilan, mengeneralisasikan kalau semua orang adalah pembunuh, penganiaya, dan orang-orang bodoh yang munafik, dalam hal ini orang-orang pribumi.
Aku juga belajar untuk melihat berbagai macam perbedaan di dunia ini. aku benar-benar menyesal telah menghukum Andy dengan cara yang sangat tidak adil karena dia seorang gay. Aku tahu kalau disuruh memilih, Andy tidak akan pernah memilih untuk jadi gay. Tapi itulah kehidupannya dan aku sangat menghargai keputusannya karena aku tahu kalau setiap orang punya kekurangan masing-masing yang layak untuk dia tangisi sendiri.”
Aku benar-benar terharu mendengar cerinya kakak Andy ini. dia mengatakan kalau Andy telah kembali ke Jakarta dan kuliah disana. Tetapi dia tahu kalau aku akan datang ke rumahnya oleh karena itu Andy menitipkan surat kepada kakaknya untuk diberikan kepadaku. Aku benar-benar terharu dan ketika pamitan, aku tidak bisa menahan diriku dan memeluk kakak Andy. Sambil tertawa dan menangis, dia bilang kalau ini merupakan pelukan pertama yang dia dapatkan setelah 20 tahun ayah dan ibunya meninggal dan yang memeluknya untuk pertama kali adalah seorang pribumi.
Aku pamitan dan segera pergi ke tempat dimana seharusnya aku berada. Aku pergi ke tempat makan terakhir kali aku berbicara dengan Andy dan kubuka suratnya.
To Tirta
Aku tahu ketika kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi. Aku benar-benar minta maaf karena telah menghancurkan hidupmu. Maafkan aku.
Aku masih ingat pandangan pertama kita. Itu momen yang tidak akan pernah ku lupakan dalam hidupku. Maafkan aku karena selama ini selalu menghindar darimu. Aku benar-benar tidak mau membawamu ke jurang kehidupan. Oleh karena itu aku mencoba untuk menjadi orang yang paling kamu benci, yang paling menjengkelkan agar kamu jauh dariku.
Aku tahu Della adalah mantan pacarmu, oleh karena itu ku dekati dia agar kamu benci kapadaku. Aku juga berteman dengan preman-preman agar kamu menjauhi aku. Aku juga bawa kamu ke rumahku agar kamu jera berhubungan denganku.
Dan akhirnya aku berhasil. Walau hati ini sakit, tapi aku senang. Aku harap surat ini menjadi segel terakhir antara aku dan kamu dan antara aku dan dunia.
Oh ya, satu hal yang belum kuceritakan kepadamu. Aku menulis ini ketika aku di rumah sakit dan tidak tahu kapan kamu akan membacanya, jadi kemungkinan ketika kamu membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi. Aku menderita HIV sejak sepupuku yang berandal menularkannya ketika dia menyetubuhiku ketika aku masih 7 tahun. Dan ini adalah tahun ke-10 bagiku untuk bisa tetap hidup.
Aku berterima kasih bisa mengenalmu. Kamu memberi warna indah dalam hitam putih hidupku.
Permintaan terakhirku, kumohon, berikan mawar merah di makamku, sebagai tanda…………
Kalimat itu tidak memiliki sambungan lagi. Aku terdiam dan air mata meleleh di pipiku. Hatiku campur aduk. Aku segera ke rumah Andy karena aku tahu dia telah berbohong. Ketika melihatnya, aku langsung memeluknya dan tidak lagi bisa menahan tangisku. Aku bertanya dimana Andy dimakamkan. Dia member tahu dan aku segera kesana.
Andy, aku harap, setangkai mawar merah ini sebagai tanda persahabatan yang tidak akan pernah habis, bahkan oleh kematian.
Aku pulang ke rumah dan pergi ke Semarang untuk kuliah. Aku tahu hidup tetap berjalan dan aku akan mejalaninya dengan sebaik mungkin. Aku tidak pernah berpikir kalau aku adalah seorang gay. Tapi itu bukan masalah buatku sekarang. Banyak pilihan di depanku dan aku akan memilih yang terbaik untuk hidupku, menjadi diriku sendiri.
Note: pada akhirnya, semasa kuliah dan sampai sekarang, Tirta menjadi salah satu relawan aktif di LSM yang membantu orang-orang yang terkena HIV/AIDS untuk tetap bertahan hidup di Semarang.
Oleh: Ferry Silitonga
Post in: http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/03/aku-hanyalah-seorang-gay-dan-aku-seorang-china-fin/
Date Post: 03 February 2011 | 12:01
Jika Aku Gay, Hinakah ?

Taukah anda, Tanggal 19 Juli 2005 merupakan ” hari kelabu ” yang banyak diperbicangkan dunia internasional, dan terlebih lagi bagi kelompok ” holebi ” ( homo, lesbi dan biseksual ). Kenapa ? Karena pada tanggal tersebut, Asgari dan Marhoni harus menghabiskan nyawanya ditiang gantungan, di monumen kemerdekaan negara Iran, dengan disaksikan ratusan masyarakat.
Berita ini sungguh menjadi berita kontroversial, sehingga mengundang berbagai organisasi kemanusiaan dan ikatan kaum holebi internasional untuk menyelidiki latar belakang yang sebenarnya. Karena menurut pemerintah Iran, eksekusi tersebut dijatuhkan, karena dua pria belia tersebut terbukti melakukan penculikan dan pemerkosaan terhadap seorang anak laki – laki yang berusia 13 tahun.
Alasan ini ternyata berbeda dengan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh organisasi holebi internasional perwakilan negeri Belanda. Menurut organisasi ini, dua pria tersebut “ digantung ” karena diketahui homoseksual, dan keduanya berpacaran. Inilah yang mengakibatkan nyawanya melayang ditiang gantungan.
Ternyata hasil penyelidikan holebi Belanda banyak mendapatkan pembenaran dimata masyarakat. Karena pada tahun 2006, giliran Shahab Darvishi yang digantung didepan monumen kemerdekaan Iran. Bukan karena melakukan kejahatan, tetapi karena Shahab yang gay tersebut, diketahui berpacaran dengan gay lainnya.
Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda – beda tentang keberadaan holebi. Ada yang memakhlumi, dan tidak sedikit yang memaki. Ada yang memberikan tempat, dan ada pula yang mengusirnya. Ada yang mau bersahabat, dan tidak sedikit yang menjahuinya.
Diterima atau tidak, keberadaan mereka tetap ada. Baik secara sembunyi – sembunyi, atau yang terang – terangan. Baik dinegara bebas, atau dinegara konservatif-pun. Sebuah sosok yang kehadirannya dianggap ” lain “ diantara bentangan norma – norma, peraturan dan nilai – nilai agama.
lalu, siapa yang salah? padahal mereka tidak meminta tapi kenapa Tuhan memberi mereka sifat yang demikian?
Thursday, February 24, 2011
Peran Dunia
Dua puluh tahun lebih aku mengenal kehidupan. Aku bernafas bersama peluk hangat ilahi robbi. Tertawa riuh diantara kawan kawan lama dan baru saja. Mengukir kenangan yang tak mungkin terlupa. Meretas asa diantara pahitnya kehidupan dan mencoba memahami jiwa yang tak kunjung berjatidiri.
Aku tentu saja lelah dengan semua ini. Kepura-puraan atas peran yang ia berikan kadang membuatku tertawa bahkan sering kali menghunusku dan menderita. Aku melenggang diatas panggung pertunjukan dunia. Haruskah aku mengikuti tuntunan yang sudah di skenariokan?
Kadang aku iri.. kadang aku harus munafik. Manampik yang seharusnya. Pikirku berkelabut. Riuha rendah mengamati semuanya. Apakah ini yang dinamakan takdir?
Kawan, bisahkah aku bertukar peran? Pertanyan yang bodoh! Hahaha… aku tertawa, yah aku tertawa dan sedang menertawai kehidupanku ini. Kenapa aku dapat peran seperti ini? Apakah peran ini bisa menuntunku kelak? Apa ini bukan peran yang salah? Apa jadinya? Ya sudahlah, toh aku bisa bertahan hingga sekarang. Tak kurang dan tak lebih meski selalu menyesak dan betindak diluar naluri.
Thursday, January 6, 2011
"Cium Tangan" Marakkan Pameran Foto Konjen AS

Surabaya - Sejumlah foto bertema "cium tangan" menyemarakkan pameran foto pendidikan bertajuk "My Education" yang digelar Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Surabaya, 6-8 Januari.
Foto "cium tangan" dalam pameran foto pendidikan yang dibuka Konsul Jenderal AS di Surabaya Kristen F Bauer di Gedung Merah Putih, Balai Pemuda, Surabaya, Kamis, antara lain milik Rifki Aris Sandi.
Bahkan, foto karya Rifki yang merupakan mahasiswa Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, itu menjadi foto yang terbanyak dipilih oleh "facebooker" di jejaring sosial Konjen AS.
"Foto itu saya bidik dengan kamera pinjaman ketika saya melihat keponakan saya selalu mencium tangan ibunya di dapur untuk meminta restu menjelang berangkat sekolah atau mengaji," katanya.
Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fisib Unijoyo itu mengaku dirinya tidak menyangka bila foto yang berjudul "Cium Tangan Sebelum Berangkat" itu menjadi foto pilihan dari 65 foto yang mengikuti "International Education Week", 15-19 November 2010.
"Sebenarnya, saya ingin mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia terkait sekolah. Di Amerika 'kan tidak ada budaya cium tangan seperti itu, apakah untuk pamit berangkat sekolah atau datang sekolah. Saya ingin kenalkan budaya itu," katanya.
Hal itu juga diakui oleh Humas Konjen AS di Surabaya, Emily Yasmin Norris. "Saya nggak tahu, kenapa ada tiga foto yang mirip (tiga foto cium tangan). Itu mungkin budaya Indonesia, tapi kombinasi warnanya cukup menarik," katanya.
Foto yang mirip sebagaimana dimaksud Emily itu antara lain pelajar yang menyalami Konsul Jenderal AS di Surabaya Kristen F Bauer saat mengunjungi sebuah sekolah dan foto seorang pelajar SD yang menyalami ibunya di luar rumah yang terbuat dari bambu.
Sementara itu, Konsul Jenderal AS Kristen F Bauer ketika membuka pameran itu menegaskan bahwa kompetisi foto dan pameran foto bertajuk "My Education" itu digelar untuk mengajak orang menjadikan pendidikan sebagai inspirasi bagi semua orang untuk maju.
"Kami ingin mengajak orang untuk berpikir tentang arti penting pendidikan, termasuk pentingnya belajar hingga ke AS, apalagi tujuan utama AS di Indonesia adalah mendukung pendidikan dan pertukaran di bidang pendidikan," katanya.
Pameran yang terselenggara atas kerja sama Konjen AS di Surabaya, EducationUSA, dan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) itu memilih dua foto favorit memenangkan hadiah berupa handycam.
Foto favorit pilihan staf Konjen AS adalah foto hasil karya Azizah Imtikhanah dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mojokerto yang berjudul "Bapak, Aku Menemanimu Bekerja dengan Belajar ya?."
Sementara pemenang pilihan "facebooker" fans Konjen AS adalah foto karya Rifki Aris Sandi dari Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan yang berjudul "Cium Tangan Sebelum Berangkat."
Foto lain adalah "Belajar Di Sudut Ruang" karya Nadia Sanggra Puspita (ITS), "No Limits" karya Nugroho Bayu Saputro (Unair), "Belajar Sambil Menggembala Sapi" karya Diandra Rachmadinsyah (SMAN I Ngoro, Mojokerto), dan "Ih Ngintip, Belum Waktunya" karya Rifqy Azhar (STIKOSA-AWS Surabaya).
Source: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/52576/cium-tangan-marakkan-pameran-foto-konjen-as
Saturday, December 11, 2010
Semalam
ga. Sedikit dalam kesadaranku yang masih rancu, kutarik selimut yang hanya menutupi kaki. Setelah benar benar aku bisa merasa, tak ada lagi hangat tubuh seperti beberapa jam yang lalu. Aku membalik tubuhku, hanya bantal dan selimut yang seharusnya menutup sebagian tubuh lagi, guling tergeletak. Kemanakah dia?Monday, November 29, 2010
Muntilan Malam Itu
gerbong terakhir tertarik pelan
berdericit mengikuti irama rem
di depan lokomotif bersiul
tut.... pertanda sinyal belum aman
sebelas jam menuju jogjakarta
dengan logawa kereta pagi
klakah sidoarjo surabaya madiun solo jogja purwokerto
bercerita dengan asongan penjual kacang
"mas mau kemana?" tanyanya lugu, "kacang mas?" tawarnya lagi
"terimakasih, mau ke magelang pak."
"ngapain mas?"
"demi menepati janji pak, kacangnya satu pak."
ia pergi setelah seribu rupiah ku kasih
kacang rebus teman perjalanku
untuk sebuah janji
atas nama persahabatan
jogjakarta jam lima sore
sejenak melintas malioboro
menuju magelang penuh perjuangan
meski harus naik angkot tidak berlabel malam hari
senyumku tetap mengembang
perempatan muntilan itu
aku masih menunggu
seakan aku terlantar
tanpa hirauan dan janji seperti terhempas
aku putuskan untuk menunggu
dua belas malam masih diperempatan
ojek menawari ku kan kemana
tapi aku diam menolak
oh, ternyata seperti ini
tak apalah
aku tak dihargai
yang jelas aku sudah datang
kaki melangkah
entah kemana di muntilan yang tak ku ketahui
beruntung bertemu malaikat kecil teman relawan
membawaku pergi ke Ngluwar juga
sekarang
aku mengerti
tak akan aku marah
tak akan pula aku dendam
biarlah
mungkin ada kesibukan atas dirinya
atau abu telah membawanya melayang jauh
dan tak peduli keberadaanku
lalu aku Bertanya dalam hati
AKU INI SIAPA?
Kec. Ngluwar Magelang, 18 November 2010
Time
Popular Posts
-
Jika anda berkesempatan berkunjung ke Negeri Belanda , mungkin hal yang pertama anda lihat selain kanal dan kincir angin adalah kondis...
-
Dames en Heren dank U well.... akhirnya, aku datang juga nih buku, Negeri van Oranje... ik houd het, jahahaha.... sok ngebelanda gitu yah ak...
-
Tepat pukul 15.45 bis tiara mas resmi membawa kami berpelesir ke pulau bali. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga belas jam, ...
-
dasar wanita... kalo enggak matre, ya kemayu. kalo enggak bertingkah ya pilih-pilih. yang cakep lah, kaya lah, tinggi putih bersih kayak sap...
-
[AFP PHOTO/ABBAS MOMANI] www.jawapos.com / 1 juni 2010 Israel attacks a Gaza-bound aid flotilla, killing up to 19 people and drawing...
-
“Aku gay”, kata Andy. Pernyataan ini seperti palu yang tiba-tiba menghantam kepalaku. Aku tidak bisa berkata apa-apa, lidahku kelu, sel...
-
So, Jangan marah ya prend... ini kenyataan kok! Rifki duduk termenung meratapi nasip adalah gundah, bercerita bersama kawan satu sama lain a...
-
" ki ba ngun..." tiba-tiba Rifan membangunkanku. berat rasa meninggalkan mimpi indah yang memaksaku membuka mata. "iya kenap...
-
Sapa sangka Hijau Daun mau mapir ke sekolah (ex. sekolah gue maksudnya) ESEMKA N 1 LUMAJANG. nggak aneh bin tholib, antusias siswa ricuh den...
-
aku terlalu lemah untuk melawan, entahlah. sakit, air mata ini tak pernah ada habisnya. aku tak menyalahkan apa dan siapa, inilah memang ya...
Blog Teman-teman ku juga
-
Surat Suara Tanpa Angka12 years ago
-
25 November 201312 years ago
-
Dead Space 2 Full version13 years ago
-
Drakensang Online CBT Begins Aug 12!13 years ago
-
-
-
-
What is Swine Flu?17 years ago
-
tak ada judul yang cocok17 years ago
-