hidupku adalah teka-teki, seperti matiku. nafsu berbalut duka sering menyeringai disulut amarah yang kian memuncak. hidupku adalah misteri, misteri dalam sebuah rahasia. ini bukan rahasia besar, tapi ini lebih besar dari pada rahasia agen FBI. jangankan kau, akupun tak sanggup untuk mengungkapkan, karena ini hidupku.
Kawan, seperti tak pernah berlalu. tentang kehidupan pemuja dan yang dipujanya. berharap kasih apa daya. begitulah cerminan seorang seperti aku. enggan menjamah keangkuhan.
Sosokku yang tak terlalu sempurna. bak batang tebu yang turus berumbai aku sering kali limbung. untung saja aku masih bisa bersembunyi. di balik rimbunnya rimba ladang tebu.
seperti tebu itulah aku menggambarkan diriku. sesuatu yang manis yang benar benar ada dalam diriku hanya dapat aku nikmati sendiri. sementara orang lain hanya memandangku kasar bahkan berduri halus. kawan, jangan jauhi aku, aku tak akan memberimu duri atau pun daun tubuhku yang sangat bisa menyayat tanganmu hingga berdarah-darah. aku hanya ingin berusaha menunjukkan, ada manis yang sangat dikejauhan lubuk hatiku.
Israel attacks a Gaza-bound aid flotilla, killing up to 19 people and drawing international condemnation.Outrage over Israel's attack on aid ship which was up to 19 activists was killed as Israeli naval forces stormed a Gaza-bound aid flotilla in international waters. While Jerusalem argues its soldiers were attacked first, the raid has sparked international condemnation, and its consequences remain to be seen.
Israel’s Deputy Foreign Minister Danny Ayalon branded the activists “allies of Israel’s Islamist enemy Hamas” and a government spokesman said the convoy was intended to offer support to the radical Palestinian group. Israel says it had to intervene to avoid “illegal” goods reaching the harbour at Gaza. Al Jazeera had earlier reported that the convoy had changed its course to avoid a confrontation with the Israeli navy.
The Turkish government is furious over the Israeli operation. Most of the victims who died are Turkish. Ankara denounced what it calls “Israel’s inhumane interception” and has warned of “irreparable consequences” to the two countries’ relations. In Istanbul, thousands of protesters gathered outside the Israeli consulate. The demonstrators, chanting anti-Israel slogans, attempted to break past security barricades, but were held back by police.
Palestinian Authority President Mahmoud Abbas said that what Israel committed on board the Freedom Flotilla was “a massacre”. He has declared three days of official mourning for the dead. Hamas, which controls the Gaza Strip, is outraged and has called on Arabs and Muslims throughout the world to “rise up” against Israel by rallying outside all of Israel’s embassies.
Aku masih tak paham akan semuanya ini, benar tak paham. kenapa ini terjadi padaku, apakah kau tak mempunyai pelaku lain untuk kau sakiti? memang, aku bukan siapa yang harus kau jaga perasaannya, aku bukan siapa yang harus kau pedulikan, dan memang hanya aku yang tau dan merasakan. Kau hanya tersenyum simpul, tak berkelakar dan menunjukkan keangkuhanmu yang sesungguhnya itu buatku, diriku.
Aku bangga pernah mengenalmu sebagai seorang yang patut aku kagumi. Aku pun akan berjingkrak girang ketika tersebar kabar indah tentang dirimu dan bahkan hati ini gunadah ketika semuanya berubah. begitu setianya diriku akan dirimu yang ternyata kau benar-benar mencampakkan diriku.
Aku bukan Bola, Jangan kau tendang seenak udelmu. aku cemburu, aku menderita, semua ini karena dirimu. betapa bodohnya diriku yang selalu memikirkanmu. seandainya aku bisa membuka lubuk otakku sendiri dan membersihkan pecahan berantakan tentang dirimu.
Entahlah, aku tak bisa berkata apa-apa, aku kelu, akan diriku, akan dirimu yang ku puja dan ku sanjung. ini rahasia ku, dan mungkin juga rahasismu.. aku mencintaimu, selamanya,lebih dari yang kau tau... bodonya aku mencintai dirimu!!!
Jika anda berkesempatan berkunjung ke Negeri Belanda, mungkin hal yang pertama anda lihat selain kanal dan kincir angin adalah kondisi jalanan Belanda yang ramai dengan para pengguna sepeda. Jangan heran, ada sekitar 16 juta sepeda di Belanda, jumlah yang hampir sama dengan dengan jumlah penduduknya.
Terlepas dari keprofesian dan jabatannya, satu dari setiap punduduk Belanda memiliki sepeda. Pekerja bawahan sampai kantoran juga pemerintahan semuanya bersepeda. Mereka mengayuh pedalnya setiap pagi untuk pergi ke kantor, sekolah juga pasar. Bisa di bayangkan, rata-rata orang Belanda mengayuh sepeda sejauh 40 Km pulang-pergi. Lumayan juga bukan?
Bersepeda adalah pilihan yang murah dan mudah bagi warganya. Memilih menggunakan bus dan trem maupun kereta api adalah tidak murah, begitu juga mengendarai mobil yang tentunya lebih mahal. Kecuali jika jarak tempuh cukup jauhatau cuaca yang tidak mendukung. Dan lagi, pilihan menggunakan bus dan trem adalah daya jangkaunya yang tidak bisa menjangkau jalanan kecil yang hanya bisa di jangkau dengan bersepeda atau berjalan kaki.
Selain murah dan mudah, bersepeda adalah suatu kegiatan bertransportasi yang menyehatkan dan ramah lingkungan. Mengayuh sepeda sambil menikmati udara segar Belanda, hal ini lebih menyehatkan dari pada duduk di kursi bus atau trem setiap hari tanpa melakukan gerakan mengayuh. Selain kendaraan bermotor juga mencemari lingkungan karena asap yang dikeluarkanmenyebabkan polusi. Dengan sepeda, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Sepeda adalah model alat transportasi yang tidak membutuhkan bahan bakar dan tidak rentan dengan naik turunnya harga minyak bumi di dunia dan pastinya ramah lingkungan.
Peran serta pemerintah akan penduduknya yang gemar bersepeda ditunjukkan dengan membangun jalur khusus bagi pengguna sepeda. Seperti jalur Buss Way di Jakarta, kendaraan selain sepeda tidak boleh melintas di jalur ini. Kenyaman dan keselamatan bersepeda pundiperhatikan dengan memasang rambu-rambu dan lampu lalu lintas. Perlu diketahui juga, pelanggaran lalu lintas bersepeda di Belanda akan dikenakan sangsi yang serius.
Itulah Belanda, suatu kebiasaan dan kepedulian yang patut dicontoh. Bersepeda adalah suatu bentuk inovasi Negeri Oranje yang sudah mendarah daging. Inovasi yang memberi pelajaran tentang penghematan, menyehatkan dan tak terpengaruh dengan naiknnya harga minyak dunia. Dan yang terpenting lagi, bersepeda dapat mengurangi gas emisi yang saat ini digembar-gemborkan sebagai penyebab Global Warming.
Saatnya lo tunjukin... ayo guys teman teman semua... kembali di buka kembali di gelar, kompetisi blog bersama nuffic neso indonesia dan dagdigdug.
Hadiahnya gak tanggung tanggung, summer course ke belanda... ke Utrecht men Utrecht, Utrecht Universiteit... keren banget.... kan...
Tinggal nulis... dan terbanglah ke Nederlands... negara sejuta warna....
Temanya ??? Gampang buangat... alah, cuma “Dutch innovation, in my opinion” masak anda anda semua nggak bisa??? nah makanya buruan, waktunya terbatas hanya sampai tanggal 30 April 2010. . .
Telah aku mencoba untuk membesitkan diri dalam kebohongan, namun hal itu membuatku rancu dan tak karuan adanya. Aku hanya bisa bermain dalam kemunafikan terus menerus tanpa suatu kenyataan belaka. Tapi hanyalah ini yang bisa aku perbuat, menyakiti diriku sendiri.
Aku seakan terpaku dan tak bisa melakukan apapun. Seolah pesona tangguhnya mendekapku erat pertanda aku tak boleh mengingkarinya. Bahkan senyum itupun yang membuatku tak sanggup menuai kata menjadi kiasan pun juga berkata ingkar bahwa aku lebih baik untuk tidak mengaguminya.
Malamku adalah sebuah tangisan kelam. Rautnya yang selalu membayang membuatku muak tak bertubi. Air mata adalah saksi, bahwa dirinya telah membuatku sedemikian tanpa perlu dikasihi. Lalu, masih pantaskah dia untuk berhak mendapatkan tempat dalam tubuh ku yang mulai renta?
“Tentu saja pantas!!!”
Begitulah nuraniku menjawab. Bahkan nadanya terlalu nyaring dari pada teriakan srigala padang pasir yang melolong dalam gelapnya gurun berdebu.
“Ini kesalahan!!!”
Kemudian akal sehatku memberontak demikian.
“Pikirkan, kau tak mungkin memilikinya utuh, karena dia adalah jiwa yang seharusnya berbeda.”
Aku mulai terkulai akan kebingungan diriku, apakah akal sehatku yang sudah tak mau bertuan denganku atau sebaliknya nuraniku yang telah mengingkari tubuhku?? Kalau sudah begini, aku akan membuka pintu kamarku, menuliskan sesuatu pada buku usangku yang tebal karena coretan penderitaan atas nama cinta yang berbeda. Semua ini karena ulahnya, dirnya dan bukan karena kesalahan atas diriku untuk mencintainya.