Entah apakah ini sesuatu yang benar-benar harus membuatku tertawa lekang atau aku harus tertunduk diam meratap atas sebuah pertemuan ini? jujur perasaanku menggila, perasaanku terbuai melihatnya begitu

indah, muncul dari peraduan.
Dan aku harus benar-benar sadar akan hal ini. entah bagaimana pun. meski aku mencoba untuk memilikinya, tak kuasa aku sesungguhnya. apakah ini takdir? kalau begitu, apa dan siapa takdir itu?
Tuhan.... aku seperti orang terasing, dan memang benar-benar terasing. terasing karena aku mengagumi sebuah pahatan indahmu. terbuai dalam angan sanubariku. tapi akulah insan dan hal itu adalah sebuah kewajaran. salahkah aku untuk satu hal seperti ini?
Haruskah aku selamanya terlena dalam jiwa yang tak kunjung berjatidiri? dia begitu nyata meski sekalipun dalam khayalan. Senyuman itu, uluran tangannya, bahu itu.... layakkah aku memiliki semua darinya?
Hitam tetaplah hitam. Dan mungkin aku telah menjadi abu-abu, yang tak pernah bisa sebersih putih. hingga selamanya aku akan tetap tersungkur, dan bahkan terperosok!